TO LIVE A HAPPY LIFE

Kebahagian itu bukan hanya diukur sebatas materi. Banyak orang punya popularitas yang tinggi tapi mereka hidupnya gak bahagia. Ada orang punya harta melimpah dia bisa membeli apapun yang dia punya tapi hidupnya gelisah. Disisi lain, ada orang yang hidupnya emang gak punya apa-apa, tapi dengan cara itu segala bentuk yang Tuhan berikan ia selalu bersyukur. Gue sebagai manusia terkadang masih sering merasa kurang atas apa yang Tuhan berikan. Gue pengen punya segala sesuatu seperti apa yang orang punya. Tapi gue sadar, semakin gue melihat ke atas hidup ini seperti dirasa kurang atas apa yang gue miliki. Terkadang apa yang gue inginkan itu bukan menjadi kebutuhan tapi hanya keinginan semata. Akhirnya gue mencoba membuka pikiran gue. Gue lihat di lingkungan sekitar gue masih banyak orang yang jauh dari kata cukup, bahkan serba kekurangan. Tapi mereka punya cara masing-masing bagaimana menutupi kekurangan itu dengan usaha yang mereka lakukan. 


ISLAM ITU CINTA DAMAI

Mengapa mereka berfikir bahwa Islam adalah teroris? Mengapa mereka berfikir bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kebencian? Dasar apa yang mereka punya sehingga dapat menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang seperti itu. Tak ada satu pun agama yang mengajarkan untuk saling membenci apalagi membunuh. 




Memberi...

Terkadang seseorag mungkin hanya mengharapkan seberapa besar kecilnya sesuatu yang kita berikan. Bahkan kita sendiri tak pernah memikirkan hal itu. Kita memberi itu yang terbaik dalam artian kita mampu secara yang kita miliki dan bertindak mendapatkan sesuatu yang kita berikan. Karena itu gue belajar bahwa arti adil dalam memberikan sesuatu itu tak qqqharus sama. Tak perlu membebani diri sendiri dan orang lain jika ingin memberi. Tak perlu mengharapkan imbalan dari apa yang kita beri. 




YaAllah...


Maafkan hambamu ini yang selalu lalai
Ketika urusan duniawi begitu banyak hamba hadapi
Ketika masalah datang dan pergi
Saat itu hamba tak tau kemana arah harus hamba ikuti


Don't Judge Anyone

Setiap manusia punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Jangan jadikan kelemahan seseorang itu menjadi sesuatu yang bisa kita "judge". Pada dasarnya semua orang juga pasti tau kalo orang dilahirkan dalam keadaan suci dan memiliki intelektualnya masing-masing. Disini gue hanya ingin bercerita tentang pengalaman gue sendiri. Gue paling gak suka sama yang namanya dianggap remeh dan orang yang gak bisa menghargai kinerja orang lain. Menurut gue orang yang kayak gitu adalah orang yang merasa dirinya "sok" pintar. Biasanya mereka lebih banyak bicara dibandingkan dengan melakukan sesuatu (atau bahkan ada yang melakukan keduanya tapi biasanya hanya ingin dilihat orang lain). Bahkan dalam suatu kelompok kecil (maksud gue kelompok tugas di kampus) gue dibilang "dia (pundra) kan belom ngerjain apa-apa". Gue disitu sempet merasa bete dan mau marah rasanya, tapi apa gunanya buat gue. Ini kan bulan puasa. Jujur aja sebenernya emang gue ga terlalu ngambil andil besar dalam kelompok tugas itu. Walaupun gue hanya kebagian membuat BAB III laporan tugas itu dan ngoreksi pre-test dan post-test tapi menurut gue seenggaknya orang harus bisa ngehargain apa yang gue lakukan. Tapi gue berkali-kali nawarin diri gue buat ngebantu apa yang bisa gue kerjain. Dan gak ada respon sama sekali. Pertama, gue bilang "mau gak gue yang itungin aja persentase pre-test sama post-testnya" dan jawaban dari temen gue cuma gini "emang lo ngerti pun?" terus dia langsung ambil alih semua kertas pre-test dan post-test. Mungkin lo beranggapan lo lebih pinter dari gue. Dan gue gak ada apa-apanya. Kedua, gue bilang lagi "gue aja yang buat kata-kata dari hasil persentase pre-test sama post-testnya, tapi apa jawaban dari temen gue "kan gausah dibuat kata-kata itu udah keliatan hasilnya" dan ternyata akhirnya dibuat juga tapi gue gak tau siapa yang buat. Dan waktu hari H laporan dikumpul lo baru nyari gue buat ngerjain apa yang belom, tadinya gue pengen protes tapi apa boleh buat itu sama aja ga menyelesaikan masalah, yang ada dia makin membela diri dan biasanya orang seperti itu gak mau sama namanya disalahin.

However, gue harus berfikir bahwa setiap orang itu pada dasarnya berbeda. Ada yang tipenya begini ada yang tipenya begitu. Mungkin dari sekarang gue akan belajar lebih cuek (cuek bukan berarti gue gak peduli kalo lagi kerjasama tapi bagaimana gue cuek dalam menyikapi setiap perbedaan sifat orang lain). Gue emang orangnya terlalu sensitif tapi gue orangnya juga gamau ribet. 

KULIAH

Menurut gue kuliah adalah masa dimana kita beranjak dewasa. Di masa ini lah gue mulai merasa bahwa gue mempuyai tujan hidup (emang sebelumnya lo belom punya tujuan hidup pun?). Tujuan hidup disini maksud gue lebih ke arah yang jelas. Kuliah juga mengajarkan gue bahwa setiap apa yang gue mau gak selamanya ada. Misalnya, gue pengen banget kuliah itu ga cuma sekedar kuliah tapi gue pengen usaha sambil kuliah, gue pengen ngelakuin hal-hal yang bermanfaat, gue pengen punya ini punya itu. Gue pun sadar, bahwa kuliah itu gue harus bisa "survive" karena gak selamanya saat kita ngerasa susah itu akan selalu ada orang yang bisa bantuin kita.

Waktu gue pernah merasa ga ada satu orang pun disekitar gue (lingkungan kuliah maksud gue) yang "peka" kalo saat itu gue lagi susah. Bahkan orang terdekat gue pun gak ada yang peduli. Jadi, ceritanya waktu itu gue lagi kebagian jadi tim belanja (setiap UAS itu gue ada ujian praktek masak-masak yang ngebagi tiap kelas jadi 3 tim, tim belanja, tim pembagi, dan tim kurve). Nah, menurut gue jadi tim belanja itu adalah bala bagi gue. Kenapa? karena gue orangnya gamau ribet saat sedang hecticnya UAS. Saat itu tim belanja harus merekap semua belanjanya 24 mahasiswa yang cuma dibagi jadi 3 mahasiswa tim belanja dan sedangkan disisi lain gue harus belajar buat besok (dimana saat itu mata kuliah yang menurut gue penting). Akhirnya mau gak mau gue harus merekap sampe malem banget. Sorenya gue harus ke dosen minta materi buat UAS besok  (kok minta materi H-1 UAS? HAHA iya ini lah kebiasaan kampus gue sebelum UAS) karena gue PJ (penanggung jawab) dosen mata kuliah itu. Sebenernya PJ mata kuliah itu ada 2 mahasiswa, gue sama temen gue. Tapi disaat itu cuma gue yang bolak-balik nyari dosen itu sendiri, temen gue bahkan tidak peduli atau gak tau apa gimana. Beberapa hari sebelumnya tapi dia sempet nemenin gue buat minta materi. Akhirnya gue dapet materinya berupa hard copy dan harus gue foto copy sendiri, tapi ada beberapa materi yang emang belom dikasih jadi gue harus nunggu dosen gue buat nyari materi yang belom. Setelah gue selesai menyelesaikan tugas gue sebagai PJ mata kuliah itu, gue harus merekap semua belanjaan buat pratek UAS besok, gue kira sore semuanya bakalan selesai, tapi kenyataannya nggak. Gue pun pulang sampe malem. Gue sempet marah-marah sendiri dalam hati gue, kenapa gak ada satu pun yang mau bantuin gue menyelesaikan urusan gue ini. Gue bingung. Dan gue pun ceritakan semua masalah ini ke nyokab.
"Bu, aku kesel banget hari ini temen aku tuh gak ada satu pun yang niat mau bantuin aku" Kata gue.
"Ini kenapa jangan marah-marah dulu" Kata nyokab.
"Iya pokoknya aku gak suka banget hari ini kenapa temen aku yang sebagai PJ mata kuliah sama kayak aku gak mau bantuin aku buat mintain materi buat UAS besok. Jadi aku yang minta sendiri ke dosen. Aku yang fotocopy. Aku yang bagiin ke temen-temen. Aku yang nungguin materi apa yang belom dikasih. Tapi disisi lain aku juga kebagian jadi tim belanja buat UAS besok. Apa rasanya aku ga stress. Belom belajar apa-apa, harus bolak-balik capek ketemu dosen, belanjain buat temen-temen" Kata gue.
"

JALAN-JALAN KE PRJ


Abang-abang jualan dum-dum


Dum-dum greentea kesukaan gue


Ade gue flat banget kalo foto (tadinya malah gamau difoto tapi gue alesan lo nya ga kena gue cuma mau foto minumannya)


Duren adalah buat terfavorit gue


Kalo udah dikupas lebih mantab

 

Pundra Dara Template by Ipietoon Cute Blog Design